Base Station System

Bab ini dirancang utk menyediakan overview dr BSS. Dia berisi komponen2 BSS, fungsi2, fitur2, dan spesifikasi yg dibutuhkan.

Stlh blajar bab ini, anda diharapkan mampu utk menjelaskan ttg :

  • Struktur BSS
  • Fungsi2 Transcoder Controller
  • Implementasi Transcoder Controller
  • Fungsi2 BSC
  • Implementasi BSC
  • Fungsi2 RBS
  • Implementasi RBS

Intro

BSS bertanggung jawab utk smua fungsi radio-related dlm sistem, spt :

  • Komunikasi radio dg mobile unit
  • Handover dr call antar cell
  • Manajemen dr smua sumber daya radio network dan data konfigurasi cell

BSS trdiri atas 3 komponen :

  • Base Station Controller (BSC). Mrupakan central node dalam BSS dan mengkoordinasi aktivitas dr TRCs dan RBSs.
  • Transcoder Controller (TRC). Mendukung BSS dg kemampuan adaptasi rate. Hal ini penting krn rate yg digunakan pd air-interface dg rate yg digunakan pd MSC/VLR adlh berbeda, 33.8 kbps dan 64 kbps. Alat yg melakukan adaptasi rate disebut transcoder.
  • Radio Base Station (RBS). Bertindak sbg interface antara MSs dan network, dg menyediakan fungsi radio coverage dari antenanya.

bss.JPG

Ada 2 opsi utama yg trsdia dlm implementasi TRC dan BSC pd BSS :

  • BSC/TRC. Kombinasi BSC dan TRC dlm AXE yg sama. Hal ini cocok utk aplikasi berkapasitas medium dan tinggi, contohnya area network urban dan suburban. Node dpt menghandle up to 1020 transceivers (TRXs). 15 BSCs jarak jauh dpt didukung oleh satu BSC/TRC.
  • Stand-alone BSC dan stand-alone TRC. Stand-alone BSC (tanpa transcoder) dioptimasi utk aplikasi berkapasitas rendah dan medium, dan mrpkn komplemen dr BSC/TRC, terutama pd area urban dan suburban. Dia mampu mencakup up to 300 TRXs. Stand-alone TRC berlokasi pd MSC/VLR utk meningkatkan efisiensi transmisi. Sbuah stand-alone TRC dpt mendukung 16 BSC jarak jauh.

utilisasi-trc-dan-transmission-rate-dlm-bss.JPG

 Equipment Network Access lainnya

  • Repeater. Berlokasi pd spanjang network access utk mengulang sinyal digital dari MS dan BTS. Hal ini membantu mengurangi BER sehingga menyediakan kualitas call yg lebih baik. Lokasi tipikal dari repeater adlh di atas gedung.
  • Leaky cable (kabel bocor??!). Kabel yg membawa glb EM, yg memiliki “lubang” untuk membocorkan sinyal radio tsb pada interval tertentu. Hal ini mungkin cocok pada area yang sulit dijangkau. Contohnya dpt digunakan pd sistem sepur bawah tanah.

Transcoder Controller (TRC)

Fungsinya utk transcoding dan adaptasi rate.

Transcoding = konversi dari informasi PCM coder (setelah konversi A/D) menjadi informasi GSM speech coder. Fungsi ini terdapat pd MS dan BSS.

 Rate Adaption

Melibatkan konversi info yg datang dr MSC/VLR pd rate 64 kbps menjadi rate 16 kbps utk transmisi menuju BSC (full rate call). Sinyal 16 kbps ini mengandung 13 kbps trafik dan 3 kbps info inband signalling.

Hal ini mrpkn fungsi penting. Tanpa rate adaption, link2 menuju BSCs membutuhkan 4 kali lipat kapasitas data. Dg mereduksi rate mjd 16 kbps, memungkinkan utk menggunakan seperempat dr link dan equipment transmisi.

TRC berisi unit2 yg melakukan transcoding dan rate adaption, disebut Transcoder and Rate Adaption Unit (TRAU).

Smua TRAU telah di-pool, shg tiap BSC yg terkoneksi dg TRC dpt meminta kegunaan salah satu TRAU utk call tertentu.

TRC juga mendukung transmisi diskontinyu. Jika jeda dlm speech terdeteksi, comfort noise dihasilkan oleh TRAU pd arah MSC/VLR.

 Implementasi TRC

TRC diimplementasikan dlm platform AXE yg berisi subsistem APZ dan APT standar dan subsistem APT sbb :

Subsistem BSC

Subsistem Fungsi
ROS:Radio Operation and maintenance Subsystem Manajemen network transmisi
RTS:Radio Transmission and transport Subsystem Penanganan TRAU

trc-hardware-config.JPG

Hardware yg spesifik thd TRC adlh :

 

  • TRAU

Base Station Controller (BSC)

Fungsi

BSC mengontrol bagian besar dari radio network. Tugas terpenting adlh menjamin probabilitas utilisasi terbesar dr sumber daya radio. Fungsi utama dr BSC adlh :

 

  • Radio Network Management
  • RBS Management
  • TRC Handling
  • Transmission Network Management
  • Internal BSC Operation and Maintenance
  • Handling of MS Connections

Radio Network Management

Meliputi :

 

  • Administrasi radio network data, meliputi :
    • Cell Description Data (contohnya identitas cell, nomor kanal BCCH, daya output max dan min pd cell, tipe RBS, dsb)
    • System information data (contohnya informasi ttg status barring dr cell, daya maksimum output yg diperbolehkan pd cell, identitas kanal BCCH pada cell tetangga)
    • Locating data (contohnya ranking cell yg digunakan pd HCS dan situasi trafik penuh)
    • Cell load sharing data, yaitu parameter2 utk memaksa handover dr cell yg macet.
  • Traffic and event measurements (contohnya jumlah call attempt, level trafik pada cell, level trafic pd MS, jumlah handover, jumlah koneksi dropped, dsb)
  • Idle channel measurement, RBS mengumpulkan statistik dr MSs ttg kuat dan kualitas sinyal. Statistik tsb digunakan selama proses alokasi kanal, shg kanal dg interferensi rendah dialokasikan utk call.

 

Advertisement

~ by trisun123 on July 13, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.